Thursday, February 4, 2016

Terpikat Tori Kara Miso Ramen Dari Ikkudo Ichi


Ikkudo Ichi yang ada di Kota Kasablanka
                Niatnya sih hanya ingin ngambil tas kakakku yang sedang direparasi di Stop n Go, tapi ada daya datang pas jam makan siang. Yang tadinya mau langsung pulang aja malah melipir ke salah satu toko ramen di sana, Ikkudo Ichi. Ini sebenarnya bukan kali pertama aku ke sini, tapi ini kali pertama aku kepikiran untuk ngereview.
          Hmmm… jujur aja, aku bukan pecinta ramen yang benar-benar mengikuti seluk-beluk makanan satu ini, sampai paham benar cara pembuatan, jenisnya, dan ingredients yang dipakai. Aku hanya suka  makan *apalagi kalau dibayarin, dan ramen termasuk dalam list makanan yang dengan senang hati kucerna. Jadi kalau ada yang nggak sependapat dengan reviewku soal Ramen dari resto Ikkudo Ichi ini, yah mohon maaf *sungkeman dulu.

Setau aku Ikkudo Ichi yang ada di Kokas ini, berdasarkan tanya jawabku dengan pelayan yang ada di sana, adalah cabang resto mereka yang benar-benar No Lard, No Pork aka nggak ada babinya. Karena aku sendiri, kalau resto itu sudah ada satu menu yang nggak halal, aku was-was untuk makannya. Nggak kebayang aja gitu pas nyiduk kuah yang ada campuran tulang babinya mucrat ke panci kuah ayam atau pegawainya lupa tuker centongnya pas ngambil kuah ayam. Nggak bisa bayangin *pucet. Konon katanya enak sih, tapi aku kan muslim. Walaupun enak, enggak deh makasih.
Penampakkan restonya cukup menarik perhatian, ala-ala kedai ramen jepang tradisional. Dekorasinya bernuansa kayu dan minimalis. Area tempat makan dihiasi kanopi yang dihiasi bunga-bunga plastik berwarna pink seperti sakura dan lampion-lampion putih. Seperti sedang berada di festival musim semi. Tiap-tiap meja tersedia kotak kayu berisikan botol bubuk cabai, minyak cabai, cuka, lada, dan kecap asin. Di bawahnya terdapat tempat sumpit yang ironisnya nggak ada sumpitnya sama sekali. Tapi nanti dibawakan kok ketika sajian kamu datang.
Meja dan bangkunya lumayan banyak. Sayangnya, meja-meja itu disusun terlalu berdekatan karena keterbatasan tempat. Jadi ketika makan siang begini pasti penuh dan berdesakkan. Untuk pelayanan, pelayan yang mengambil orderku ramah, responsif, dan informatif. Ketika aku tanya-tanya isi dari ramen pesananku dia paham. Ini aku sekalian ngetes juga, kadang ada pelayan yang ketika ditanya makanan restonya dia jawabnya “Kurang tau, Mbak. Nanti saya tanya dulu ke kokinya.” atau semacamnya.
Restoran yang terletak di lantai LG unit 16 ini menjadikan ramen sebagai menu utamanya. Kalau di cabang-cabang lain menyajikan kuah kaldu yang berbahan dasar tulang babi dan ayam, di cabang ini hanya yang ayam saja. Ada dua ukuran, small dan regular. Saranku sih, ukuran small aja cukup untuk makan siang, soalnya lumayan banyak porsinya. Aku hanya pesan yang regular kalau aku lagi kelaperan berat, contoh nggak makan dari pagi.
Untuk menu ramen, ada 9 variasi yang ditawarkan termasuk tsukemen yaitu ramen celup. Kuahnya juga lumayan variatif, seperti kuah original kaldu ayam, kuah kaldu miso, kuah kari, dan kuah kari jepang. Aku sebenarnya kurang paham―karena belum nyoba―dengan perbedaan kari dan kari jepang. Tapi berdasarkan gambar yang aku liat, yang kuah biasa terlihat lebih encer dan bening, sedangkan kalau kuah kari jepang lebih kental dan ada potongan wortel dan kentang dalam sajiannya. Keliatan seperti nasi ramen.

Kamu punya selera tersendiri dalam menikmati ramen? Di Ikkudo Ichi kamu bisa customize ramen kamu sesuka hati. Pelanggan bisa mengatur tingkat kematangan mie, kekuatan rasa, dan banyaknya minyak yang dipakai. Mie yang disediakan juga variatif, ada small noodles dan curly noodle. Small noodle ini bentuknya tipis dan lurus, sedangkan curly noodle bentuk mienya kriting dan lebih tebal.
Nah, menu yang aku pilih adalah Tori Kara Miso (Rp 46.500, termasuk pajak dan service charge) dengan  spesifikasi:
-Size: Small
-Small noodle
-Noodle Firmness: Normal
-Flavour Strenght: Strong
-Richness: Light

Entah kenapa aku selalu pesan ramen dengan kuah yang ada misonya. Beberapa orang bilang miso bikin eneg, tapi aku doyan banget. Di Tori Kara Miso ini kuahnya terasa agak lebih kental daripada Tori Kara yang original. Di atasnya diberikan topping jagung, daun bawang, potongan tipis jamur kuping, 3 lembar potongan chasiu ayam, telur setengah matang, dan tentunya saus merah pedas. Saus merah pedasnya menurut aku kurang nampol. Kalau kamu pecinta pedas, makan tanpa ditambah potongan cabe, bubuk cabe, dan minyak cabe nggak akan bikin kamu puas.


Kekuatan ramen itu terletak di kuahnya dan kuah Tori Kara Miso ini enaaaaak banget! Kuahnya yang harum, berwarna coklat keruh, dan yes, rasanya miso yang asin gurih terasa jelas ketika diseruput. Apalagi aku pilih strong untuk kekuatan rasanya. Maklum, pecinta rasa asin. Di antara semua jenis kuah yang ada, hanya kuas dengan miso saja yang diberi jagung. Pipilan jagung memberikan tekstur ledakan yang manis, membantu mengimbangi kuah miso yang asin. Jadinya rasanya lebih berwarna dan nggak bikin eneg kalau dikonsumsi terlalu banyak.
Ketika belum diaduk, akan terlihat jelas genangan minyak di atasnya, nah ini berhubungan dengan richness yang dipilih. Jadi aku pernah waktu itu memilih normal, dan aku mendapatkan ramen dengan genangan minyak numpuk di atasnya. Ini selera sih, tapi aku nggak sukaaa... *ngomongnya manja. Terlalu berminyak dan ngingetin aku sama angka kolesterolku yang mendadak naik. Ukuran light ini pas banget buat aku. Ngomong-ngomong soal minyaknya, aku sempat bertanya dengan dengan pelayan yang mengorder pesananku, kalau minyak itu sebenarnya minyak kulit ayam dan bawang putih. Jadi ngingetin sama mie ayam, hahaha.

Untuk mienya, small noodle bukan favoritku. Terlalu tipis dan lembut, jenis ini cocok untuk orang yang makan mie langsung telan tanpa kunyah *serius! Ada yang makan mie kayak begini. Aku lebih suka mie yang agak lebih tebal dan bertekstur kenyal yang dimiliki curly noodle. Untuk penampakkan mienya sih, aku juga lebih suka yang curly, keliatan lebih eksotis aja gitu *ini apaan ya?.
  Satu yang disayangkan, aku makannya sendiri *nangis lagi di pojokkan. Jadi aku nggak bisa pesan makanan terlalu banyak. Aku kan makannya dikiiit *nulisnya sambil menyeringai geli. Tapi kalau ke sini lagi aku ingin nyicipin menu tsukemen dan combonya yang terdiri dari ramen pesanan, gyoza, dan mini chasu don.
Dari tadi aku ngomonginnya rameeeen terus, gimana untuk nasib pelanggan tipe yang ‘Indonesia kebangetan’ dan belum lengkap makan tanpa nasi? Di sini ada juga menu nasi kok. Kamu bisa nyoba menu nasinya Mabo Don, Beef Yakiniku Don, Chicken Casu Don, Chicken Karage Don, atau Chicken Yakiniku Don. Kalau suka nasi campur kari? Tenang, jangan nangis, ada juga kok menunya. Kamu bisa pilih Chicken Chasu Curry, Beef Chasu Curry, Chicken Karage Curry. Di sini juga ada menu nasi goreng khas jepangnya juga. Untuk menu nasinya aku kurang tertarik. Tapi ada yang review di salah satu website kuliner kalau nasi goreng jepangnya lumayan, ini nih yang mau aku coba *pendirian mulai goyah.
Hah, akhirnya review makanan perdana selesai sudah. Kalau dirasa ada informasi yang kurang buat kalian, tolong kalian kasih masukkan di bagian komen yah.


Thank you, see you on the next post!


















Kamu punya selera tersendiri dalam menikmati ramen? Di Ikkudo Ichi kamu bisa customiz ramen kamu sesuka hati. Pelanggan bisa mengatur tingkat kematangan mie, kekuatan rasa, dan banyaknya minyak yang dipakai. Mie yang disediakan juga variatif, ada small noodles dan curly noodle. Small noodle ini bentuknya tipis dan lurus, sedangkan curly noodle bentuk mienya kriting dan lebih tebal.








Nah, menu yang aku pilih adalah Tori Kara Miso dengan  spesifikasi:
-Small noodle
-Noodle Firmness: normal
-Flavour Strenght: Strong
-Richness: Light

Entah kenapa aku selalu pesan ramen dengan kuah yang ada misonya. Beberapa orang bilang ini bikin eneg, tapi aku doyan banget. Di Tori Kara Miso ini kuahnya terasa lebih kental daripada Tori Kara yang original. Di atasnya diberikan topping jagung, daun bawang, potongan tipis jamur kuping, lembaran potongan chasiu ayam, telur setengah matang, dan tentunya tak ketinggalan saus merah pedas. Saus merah pedasnya menurut aku kurang nampol. Kalau kamu pecinta pedas, makan tanpa ditambah potongan cabe, bubuk cabe, dan minyak cabe nggak akan bikin kamu puas
Kekuatan ramen itu terletak di kuahnya dan kuah Tori Kara Miso ini enaaaaak banget! Kuahnya yang harum, berwarna putih kecoklatan, dan yes, rasanya miso yang asin gurih terasa jelas ketika diseruput. Apalagi aku pilih strong untuk kekuatan rasanya. Maklum, pecinta rasa asin. Di antara semua jenis kuah yang ada, hanya kuas dengan miso saja yang diberi jagung. Pipilan jagung memberikan tekstur ledakan yang manis, membantu mengimbangi kuah miso yang asin. Jadinya rasanya lebih berwarna dan nggak bikin eneg kalau dikonsumsi terlalu banyak.
Ketika belum diaduk, akan terlihat jelas genangan minyak di atasnya, nah ini berhubungan dengan richness yang dipilih. Jadi aku pernah waktu itu memilih normal, dan aku mendapatkan ramen dengan genangan minyak numpuk di atasnya. Ini selera sih, tapi aku nggak suka *ngomongnya manja. Terlalu berminyak dan ngingetin aku sama angka kolesterolku yang mendadak naik. Ukuran light ini pas banget buat aku. Ngomong-ngomong soal minyaknya, aku sempat bertanya dengan dengan pelayan yang mengorder pesananku, kalau minyak itu sebenarnya minyak kulit ayam dan bawang putih. Jadi ngingetin sama mie ayam, hahaha.
Untuk mienya, small noodle bukan favoritku. Terlalu tipis dan lembut, jenis ini cocok untuk orang yang makan mie langsung telan tanpa kunyah *serius! Ada yang makan mie kayak begini. Aku lebih suka mie yang agak lebih tebal dan bertekstur kenyal yang dimiliki curly noodle. Untuk penampakkan mienya sih, aku juga lebih suka yang curly, keliatan lebih eksotis aja gitu.
  Satu yang disayangkan, aku makannya sendiri *nangis lagi di pojokkan. Jadi aku nggak bisa pesan makanan terlalu banyak. Aku kan makannya dikiiit *nulisnya sambil menyeringai geli. Tapi kalau ke sini lagi aku ingin nyicipin menu tsukemen dan combonya yang terdiri dari ramen pesanan, gyoza, dan mini chasu don.
Dari tadi aku ngomonginnya rameeeen terus, gimana untuk nasib pelanggan yang tipe ‘Indonesia kebangetan’ dan belum lengkap makan tanpa nasi? Di sini ada juga menu nasi. Kamu bisa nyoba menu nasinya Mabo Don, Beef Yakiniku Don, Chicken Casu Don, Chicken Karage Don, atau Chicken Yakiniku Don. Kalau suka nasi campur kari? Tenang, jangan nangis, ada juga kok menunya. Kamu bisa pilih Chicken Chasu Curry, Beef Chasu Curry, Chicken Karage Curry. Di sini juga ada menu nasi goreng khas jepangnya juga. Untuk menu nasinya aku kurang tertarik. Tapi ada yang review di salah satu web kuliner, nasi goreng jepangnya lumayan, ini nih yang mau aku coba *pendirian mulai goyah.
Hah, akhirnya review makanan perdana selesai sudah. Kalau dirasa ada informasi yang kurang buat kalian, tolong kalian kasih masukkan di bagian komen yah. Thank you!


See you on the next post!




1 comment:

innnayah said...

wahhh boleh tuh..tapi harus pas laper banget makannya takut ga abis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...